Berita
Selasa, 06 Februari 2018 13:06:35

Pembukaan Ekspose Produk Souvenir Patung dan Kayu Khas Yogyakarta

Bantul (2/2) SMKN 3 Kasihan Yogyakarta atau SMSR Jogja mengadakan Pembukaan Ekspose Produk Souvenir Patung dan Kayu Khas Yogyakarta pada hari Jumat, 2 Februari 2018 di Hotel Burza. Ekspose Produk hasil pembelajaran teaching factory ini dibuka oleh Drs. H. Suhirman, M.Pd selaku kepala Balai Dinas Pendidikan menengah Kabupaten Bantul.

Ekspose Produk Souvenir Patung dan Kayu Khas Yogyakarta merupakan pameran hasil karya siswa pada program pengembangan SMK berbasis Industri/Keunggulan Wilayah. Program ini merupakan salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMK yang dimaksudkan untuk mempererat sinergi antara SMK dengan dunia industri.

Tujuan dari program pengembangan SMK berbasis industri/Keunggulan Wilayah yang dilaksanakan di SMKN 3 Kasihan/ SMSR Jogja ini antara lain: (1) Mendorong SMK mewujudkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler yang konstektual dengan keunggulan wilayah, (2) Meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran di SMK sesuai tuntutan standar industri, (3) Membangun pola kemitraan dengan industri dalam rangka mengatasi kesenjangan kebutuhan tenaga guru,  fasilitas praktik dan keterserapan lulusan di dunia kerja, (4) Menyelenggarakan model pembelajaran yang dirancang bersama industri/asosiasi untuk pemenuhan kompetensi khusus lulusan yang diminta oleh industri, (5) Memberdayakan SMK untuk peningkatan peran serta dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai potensi daerah, dan (6) Menyediakan wahana eksplorasi pembelajaran berwirausaha untuk pembekalan kerja mandiri.

Acara pembukaan ekspose produk souveni patung dan kayu khas Yogyakarta ini dihadiri oleh tamu undangan dari dinas pendidikan, dari dunia industri dan dunia usaha yang relevan, himpunan pengusaha kayu dan meubel, seniman dan juga  guru. Terlaksananya kegiatan ini akan mendukung tersusunnya rencana program bersama antara SMK dan DU/DI, terciptanya kegiatan analisis kebutuhan pembelajaran sesuai dengan keunggulan wilayah, tersusunnya perangkat pembelajaran, penilaian dan sertifikasi kompetensi, terselenggaranya pengadaan peralatan dan bahan praktik, terlaksananya perbaikan dan perawatan alat praktik, terlaksananya joint programs antara sekolah dan industri mitra serta meningkatnya kualitas tenaga pengajar.

 

Sekolah berharap bahwa kegiatan ini selain akan mampu menumbuhkembangkan karakter dan etos kerja siswa, yang didalamnya termasuk sikap disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, dan kepemimpinan, juga akan meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari pembekalan kompetensi menjadi pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang dan jasa.

[SC]